You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Pasokan Cabai DKI Berkurang Drastiss
photo Doc - Beritajakarta.id

Pasokan Cabai di Ibukota Berkurang Drastis

Tingginya harga cabai di Ibukota diakibatkan karena pasokan yang berkurang. Pada hari ini saja pasokan cabai hanya sebanyak 40-50 ton. Padahal kebutuhan cabai setiap harinya mencapai 120 ton.

Pasokan kita idealnya 120 ton. Tapi hari ini hanya 40-50 ton

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Sumarsono mengatakan tingginya harga cabai ini menyumbang inflasi di Ibukota. Pasokan cabai yang berkurang, menyebabkan harga melambung tinggi hingga menembus angka Rp 150 ribu per kilogram.

"Pasokan kita idealnya 120 ton. Tapi hari ini hanya 40-50 ton," katanya di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (9/1).

18.000 Pohon Cabai Segera Ditanam

Pria yang akrab disapa Soni ini menyampaikan pihaknya telah

mendatangi daerah produsen untuk menambah pasokan cabai. Namun hal itu tidak bisa dilakukan, karena daerah produsen sudah berkontrak dengan perusahaan swasta.

"Ternyata kondisinya sudah dikontrak perusahan lain. Jadi memang tidak mudah," ujarnya.

Ia melanjutkan, langkah lain yang diambil untuk mengendalikan harga cabai salah satunya dengan menanam cabai sendiri untuk menambah pasokan. Rencananya penanaman cabai akan dilakukan di Ciangir, Tangerang Selatan.

"Yang dipakai satu hektare saja. Bibitnya tersedia 18 ribu batang," tuturnya.

Menurut Soni, penanaman cabai ini akan dilakukan Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta.

"Setiap tiga bulan sekali bisa dipanen dengan jumlah cukup banyak," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. 70 Warga Kayu Manis Diedukasi Pilah Sampah

    access_time25-04-2026 remove_red_eye1810 personNurito
  2. Pemprov DKI Kucurkan Rp253,6 M Gratiskan 103 Sekolah Swasta

    access_time26-04-2026 remove_red_eye1385 personDessy Suciati
  3. Rano Ajak Perkupi Jadi Mitra Strategis Pemprov Jaga Jakarta

    access_time25-04-2026 remove_red_eye1052 personBudhi Firmansyah Surapati
  4. Hujan Ringan Berpotensi Basahi Jaksel dan Jaktim

    access_time26-04-2026 remove_red_eye1049 personDessy Suciati
  5. Generasi muda Diajak Produktif Lewat Jakarta Menulis 2026

    access_time26-04-2026 remove_red_eye966 personAnita Karyati